Kaspersky: 8 Ramalan tentang AI di Dunia Siber pada Tahun 2026
Seiring adopsi AI di Asia Pasifik, penerapannya meluas jauh melampaui produktivitas perusahaan dan pengalaman pelanggan.
Para ahli Kaspersky menguraikan bagaimana perkembangan AI membentuk kembali ekosistem keamanan siber pada tahun 2026, baik untuk pengguna individu maupun bisnis.
Perusahaan semakin banyak membahas konten risiko sintetis (deepfake) dan melatih karyawan untuk mengurangi kemungkinan menjadi korban.
- Kualitas deepfake akan meningkat melalui audio yang lebih baik. Kualitas visual deepfake sudah tinggi, sementara audio realistis tetap menjadi area utama untuk pertumbuhan di masa depan.
- Upaya mengembangkan sistem yang andal untuk memberi label pada konten yang dihasilkan AI akan terus berlanjut. Oleh karena itu, diperlukan inisiatif teknis dan regulasi baru yang bertujuan untuk mengatasi masalah ini kemungkinan akan muncul.
- Deepfake Daring akan terus berkembang namun tetap menjadi alat untuk pengguna tingkat lanjut. Peningkatan realisme dan kemampuan untuk memanipulasi video melalui kamera virtual membuat serangan lebih meyakinkan.
- Model sumber terbuka akan mendekati model tertutup dalam banyak tugas terkait keamanan siber, yang menciptakan lebih banyak peluang untuk mengarahkan.
- Batasan antara konten yang dihasilkan AI yang sah dan palsu akan semakin kabur. AI sudah dapat menghasilkan email penipuan yang dibuat dengan baik, identitas visual yang meyakinkan, dan halaman phishing berkualitas tinggi.
- AI akan menjadi alat lintas rantai dalam serangan siber dan digunakan di sebagian besar tahapan rantai kejahatan siber. AI akan semakin mendukung berbagai tahapan serangan, mulai dari persiapan dan komunikasi hingga merakit komponen berbahaya, menyelidiki kerentanan, dan menyebarkan alat.
- AI akan menjadi alat yang lebih umum dalam analisis keamanan dan mempengaruhi cara kerja tim SOC. Akibatnya, para spesialis akan beralih dari pencarian data secara manual ke pengambilan keputusan berdasarkan konteks yang telah disiapkan.
- “AI adalah alat yang ampuh untuk serangan dan pertahanan, dan kemampuan untuk mengelolanya dengan aman pasti akan mempengaruhi masa depan keamanan siber,” komentar Vladislav Tushkanov, Manajer Grup Pengembangan Riset di Kaspersky.