Perusahaan Perusahaan Enggan Rekrut Karyawan Baru, Ini Penyebabnya Cari Kerja Di 2026 Makin Susah
Cari Kerja di 2026 Makin Susah, Perusahaan Enggan Rekrut Karyawan Baru
Pengembangan Artificial Intelligence (AI) tidak hanya menyebabkan banyaknya PHK, tetapi juga memperlambat penyerapan tenaga kerja baru.
Kondisi tingkat kekeringan yang rendah dan PHK diperkirakan akan terus berlanjut di pasar tenaga kerja. Sehingga kesempatan mendapatkan pekerjaan baru kian sulit bagi para kemiskinan.
Kendati demikian, dampak perlambatan pemanasan karyawan baru dikatakan tidak terlalu terlihat pada perusahaan kecil.
Pilihan Redaksi
Pengusaha-Serikat Pekerja Respons Rencana Bangun BUMN Tekstil Rp100 T
Raksasa Teknologi Siap PHK 1.600 Karyawan, Ini Alasannya
“AI benar-benar berdampak pada perusahaan besar,” ungkap Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari, dikutip dari CNBC Internasional, Sabtu (17/1/2026).
setelah penggunaan AI dimulai sejak ChatGPT milik OpenAI pada tahun 2022 yang langsung booming saat diluncurkan. Banyak perusahaan yang mengadopsi teknologi itu untuk operasional dan karyawannya.
Namun ini juga menimbulkan banyak kekhwatiran sejalan dengan pengembangan AI yang masif. Dari tenaga kerja yang terancam, penggunaan untuk produktivitas hingga investasi yang keliru untuk teknologi tersebut.
Namun Kashkari mengatakan sejumlah bisnis mulai melihat keuntungan dari investasi yang mereka kucurkan. Bahkan hal ini diakui oleh perusahaan yang awalnya skeptis soal AI.
"Tidak diragukan lagi sejumlah investasi salah atau keliru yang terjadi. Namun ada banyak anekdot soal bisnis yang menggunakan ini dan melihat peningkatan produktivitas yang nyata," jelasnya.
Ia mengatakan, bisnis yang diajak bicara, yang dua tahun lalu skeptis, kini mengatakan benar-benar sudah menggunakan AI.
Sumber: CNBC
0 Komentar
Terima kasih atas kunjungan Anda🙏🏼