Model AI untuk Membantu Kerja Programmer Lebih Cepat, Memakai OpenAI Uji GPT-5.2 Code-Max

Ilustrasi OpenAI. (Foto oleh Levart Photographer di Unsplash)
Ilustrasi OpenAI. (Foto oleh Levart Photographer di Unsplash)

Model AI untuk Membantu Kerja Programmer Lebih Cepat, Memakai OpenAI Uji GPT-5.2 Code-Max

OpenAI mulai menguji GPT-5.2-Codex-Max, model baru Codex yang dirancang untuk menangani pemrograman kompleks, refactor kode besar, dan alur kerja pengembang profesional. 

OpenAI memperkuat layanan Codex dengan menguji model baru bernama GPT-5.2-Codex-Max. Model ini dirancang khusus untuk menangani tugas pemrograman kompleks, dan berfungsi sebagi rekan kerja bagi para pengembang dalam proses coding. 

Model baru ini telah mulai diluncurkan secara bertahap, dan aksesnya masih terbatas untuk pengguna dengan jenis langganan tertentu. Kehadirannya melengkapi Codex generasi sebelumnya yang memperkenalkan OpenAI pada Desember 2025. 

Saat Codex berbasis GPT-5.2 pertama kali dirilis, perusahaan kecerdasan buatan (AI) ini belum menyediakan varian Max untuk pelanggan berbayar. Pembaruan terbaru ini juga menandai peningkatan kemampuan Codex, khususnya untuk kebutuhan pemrograman tingkat lebih lanjut. 

Perusahaan menegaskan, agent tools di Codex tetap difokuskan untuk menangani tugas pemrograman berdurasi panjang. Sistem ini mampu menjaga repositori konteks bersekala besar melalui mekanisme pemadatan konteks. 

Codex ini juga mampu mengelola perubahan kode besar seperti refactor dan migrasi tanpa kehilangan alur atau logika proyek. 

Codex 5.2 juga hadir dengan kemampuan lebih handal dalam penggunaan berbagai alat pendukung pemrograman. Model ini diklaim bekerja lebig baik pada alur kerja Windows, serta memiliki kemampuan visual yang lebih kuat. 

Codex juga dapat menangkap tangkapan layar, mendeteksi bug antarmuka, hingga membaca diagram yang diedarkan selama sesi pengkodean. 

Di sisi lain, GPT-5.1-Codex-Max saat ini menduduki posisi tertinggi diatas versi regular dan menghadirkan peningkatan performa yang signifikan. Pola pengembangan ini memberi sinyal GPT-5.2-Codex-Max berpotensi terjadinya gangguan besar berikutnya. 

OpenAI diperkirakan akan membagikan secara detail lebih lanjut mengenai GPT-5.2-Code-Max dalam beberapa hari mendatang. 
  • OpenAI Perkenalkan GPT-5.2
Di sisi lain, OpenAI resmi meluncurkan GPT-5.2, model kecerdasan buatan (AI) terbaru disebutka memiliki respons lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya dan penantang utama Gemini 3 Pro. 

Peluncuran ini dilakukan bertepatan dengan pengumuman kerja sama lisensi Sora bersama Disney, menandai langkah agresif OpenAI di tengah persiangan AI global kiat ketat. 

Mengutip redaksi di situs OpenAI, Minggu (21/12/2025), GPT-5.2 membawa kemajuan signifikan dalam pembuatan spreadsheet, penyusunan presentasi, penulisan kode, pemahaman gambar, hingga pengelolaan konteks panjang dan proyek kompleks multi-tahap. 

Varian paling canggih, GPT-5,2 Berpikir, unggul jauh dibandingkan GPT-5.1. OpenAI menyebut, model AI ini menghasilkan kesalahan faktual 30 persen lebih sedikit. Peningkatan ini menyasar kebutuhan profesional seperti penelitian, penulisan, analisis, dan dukungan pengambilan keputusan. 
  • GPT-5.2 Instan
Sebelumnya, GPT-5.2 Instant  hadir sebagai model untuk kebutuhan harian baik untuk belajar, bekerja, hingga pencarian informasi cepat. 

Dibandingkan versi sebelumnya, model ini menunjukkan enigkatan yang jelas dalam menjawab pertanyaan berdasarkan informasi, memberikan panduan, penulisan teknis, hingga penerjemahan. 

OpenAI juga mempertahanan nada percakapan hangat seperti GPT-5.1 Instant. Para penguji menilai GPT-5.2 Instan lebih piawai menjelaskan sesuatu secara ringkas maupun padat. 
  • GPT-5.2 Pro
Disisi lain, GPT-5.2 Pro dirancang untuk pertanyaan berbobot tinggi, GPT-5.2 Pro menjadi varian paling canggih dari rangkaian model terbaru ini. OpenAI memposisikannya sebagai model dengan tingkat kecerdasan tertinggi dan stabilitas terbaik, terutama untuk domain yang menuntut akurasi tinggi seperti pemrograman dan analisis kompleks. 

Uji coba internal menunjukkan GPT-5.2 Pro menghasilkan lebih sedikit kesalahan besar (critical error) dan mampu memberikan penjelasan menyeluruh dengan tingkat konsistensi yang lebih baik dibandingkan varian lainnya. Meski waktu responnya sedikit lebih lama, kualitas penjelasannya diukur sesuai dengan waktu tunggu tersebut. 

Posting Komentar

0 Komentar